Sabtu, 10 Maret 2012

"Ilmu dan Seni"

Di dalam buku Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi  oleh Prof. Dr. Sudarwan Danim, dikatakan bahwa mengajar merupakan seni dan ilmu mentransformasikan bahan ajar kepada peserta didik pada situasi dan dengan menggunakan media tertentu. Mengajar itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Guru haruslah memiliki keterampilan dalam mengajar yang baik. Dengan guru, belajar menjadi lebih pasti dan terarah. Cara guru dalam memandu selama proses pengajaran haruslah dapat membantu siswa menjadi lebih mudah dan efektif dalam belajar.
Tidak ada orang yang benar-benar persis sama di dunia ini. Begitu juga murid dan guru, pasti mereka memiliki perbedaan dan keunikan masing-masing. Guru harus mampu menerima dan memahami perbedaan masing-masing muridnya dan juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar dengan gaya mereka sendiri. Guru hanyalah sebagai pendorong bagi murid-murid agar mereka dapat belajar dengan baik dan efektif.
Guru yang cerdas itu terpelajar, memiliki integritas pribadi dan mampu berkomunikasi dengan siswa. Guru harusnya memiliki kebiasaan untuk berpikir dan tidak bertahan pada cara-cara yang tradisi saja, dalam proses pengajaran dibutuhkan kekreativitasan untuk membuat apa yang disampaikan itu benar-benar dapat dipahami oleh murid-murid. Guru juga sebaiknya memiliki kepercayaan diri bahwa dia mampu mengajar dengan baik dan juga mampu mengenal siswanya dengan baik misalnya, dengan mengenal nama-nama siswa, sehingga dengan begitu komunikasi dengan siswa juga dapat terjalin dengan bagus.
Menurut saya di dalam perkuliahan sebelumnya, Bu Dina sudah menerapkan cara mengajar yang mengkombinasikan “seni dan ilmu”.  Dapat dilihat dari cara Bu Dina yang selalu memiliki sesuatu yang baru untuk menyampaikan materinya. Tugas yang diberikan juga memberikan tantangan bagi mahasiswanya untuk mampu melihat kemampuan diri mereka masing-masing. Walaupun di dalam proses pembelajaran terdapat kendala, seperti kemaren ini, mahasiswa tidak bisa chat di grup, tapi tetap bisa dikelola dengan baik oleh Bu Dina dengan bersikap tenang dan mencoba terus walaupun keadaan kelas menjadi bising. Itulah aktivitas pembelajaran yang penting, dapat mengelola masalah yang terjadi ketika proses pembelajaran. Hingga akhirnya ada seorang mahasiswa yang bisa melakukan chat di grup, dan Bu Dina juga terbuka untuk menyuruhnya memberi tahu teman-teman yang lain. Intinya, mendorong kreativitas mahasiswa untuk mendapatkan ilmu.